Senin, November 30, 2009

Penjaminan Mutu UIN Suka Yogyakarta Diakui Dunia

By Republika Newsroom
Senin, 12 Oktober 2009 pukul 17:19:00

YOGYAKARTA -- Penjaminan mutu yang telah dilaksanakan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta telah diakui dunia. Hal ini ditandai dengan diserahkan sertifikat ISO 9001:2008 dari TUV Rhinland Jerman. Sertifikat diterima Rektor UIN Suka, Prof Dr HM Amin Abdullah dalam Rapat Senat Terbuka dalam rangka mensyukuri kelahiran UIN Suka ke 58 di Yogyakarta.
Sedang untuk menambah wawasan para dosen dan mahasiswa pascasarjana UIN, serta mempertahankan mutu dosen sesuai ISO, Senin (12/10), dilakukan Kuliah Umum yang diisi oleh Grand Mufti Suriah Syech Ahmad Badr al-Din Hassoun. Dalam kesempatan tersebut Hassoun membahas tentang pemahaman makna Islam yang rahmatan lil 'alamin. Islam bertuhan satu yakni Allah SWT.


Ia mengatakan syari'at yang dibawa para Nabi dan Rosul berbeda-beda tergantung kebutuhan zaman di kehidupan Nabi atau Rosul pada waktu itu. Syari'at yang di bawa Nabi Adam, Ibrahim, Nuh, Isa, Musa, Muhammad dan sebagainya berlainan. Sampai sekarang penafsiran terhadap Alquran dan al-Hadist tetap berbeda-beda. Bahkan terkadang bertentangan dalam menafsirkan. Misal, Sunni dan Syiah saja sudah sangat berbeda dalam menafsirkan Alquran dan al-Hadist.
Terkait dengan ISO, Amin Abdullah menjelaskan bahwa UIN Suka sudah melaksanakan penjaminan mutu selama tiga tahun. Hasil kerja keras ini telah berhasil mendapat pengakuan pihak eksternal.
''Setelah melalui proses evaluasi yang panjang, perbaikan dan penyempurnaan, akhirnya tujuh fakultas: Adab, Dakwah, Syariah, Tarbiyah, Ushuluddin, Sains dan Teknologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, serta Pusat Administrasi Universitas berhasil mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008 dari Lembaga Internasional TUV Rheinland Jerman,'' kata Amin Adullah bangga.
Namun Amin masih berharap agar dalam waktu singkat Program Pascasarjana, Unit Pelayanan Teknis (UPT), Perpustakaan, Labotorium Terpadu dan Pusat Bahasa, Budaya dan Agama memperoleh sertifikasi yang sama. ''Ini sebagai kado ulang tahun UIN ke 58,'' katanya.
Penyerahan sertifikat, lanjut Amin, bukan puncak implementasi dari penjaminan mutu. Namun merupakan momentum awal dan penting untuk tetap committed kepada kualitas dalam memberikan layanan pendidikan. ''Kita harus semakin baik memberikan layanan kepada mahasiswa kita, mereka adalah main customer,'' tandasnya.
Prestasi ini, kata Amin, diperoleh dengan kerja keras semua pihak dan biaya yang tidak sedikit. Serangkaian kegiatan yang menguras energi telah dilakukan sehingga diperoleh sertifikat ISO.

Dengan diperolehnya sertifikat ISO ini, perbaikan penjaminan mutu UIN Suka tidak boleh berhenti. Namun harus terus dilakukan atau continuous improvment dengan menjalankan prosedur, plan, do, check and action (PDCA).
Di bagian lain, Hassoun yang pernah mendapat Doktor Kehormatan dari UIN Suka ini menambahkan penafsiran syari'at yang berbeda-beda ini sampai menyebabkan pertentangan keras. Bahkan sampai terjadi pertumpahan darah membuat non Muslim menganggap Islam itu picik. Padahal yang picik adalah para penganutnya, bukan nilai-nilai Islam itu sendiri.
Karena itu, pemeluk Islam diharapkan, meskipun berbeda-beda dalam syari'at, hendaknya mempunyai pemaknaan yang sama tentang rahmatan lil 'alamin. Bahwa Islam itu membawa rahmat bagi seluruh alam yaitu alam manusia (dengan berbagai macam agama dan jalan hidupnya), alam malaikat, alam jin, alam binatang, alam tumbuh-tumbuhan dan keseluruhan ciptaan Illahi. hep/pur 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar